Saat mega merah tertutup kabut hitam
Rintik hujan jatuh nan indah
Bahkan jika burung camar itu terbang tinggi
Melintasi tepiannya
Ia tak akan mampu menduga
Bahwa air mata hujan ikut tenggelam di dalamnya
Bahwa bila hujan berteriakpun
Angin tak akan mampu mendengar
Hanya berjibaku melawan deras ombak
Menari-nari laksana aurora di ufuk timur
Tetap pancarkan pelita walau dalam letih
Tetap lukiskan asa dibalik awan yang mendingin
Tak mengapa
Sebab hujan ialah cermin dari air mata yang tak berbahasa
Tak mengapa
Sebab air mata melimpah itu membentuk lautan
Karya:Nurul Ulfah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar